GANTI STATUS BUCIN MU SEKARANG JUGA!


Oleh: Chadijah CNR

Virus merah jambu menyebar di seluruh penjuru dengan gejala wajah yang bersemu dan kerap kali dilanda rindu, kini mengidap penyakit kronis dengan sebutan bucin (budak cinta) hingga berubah menjadi dua garis merah. Begitu miris perkembangan virus merah jambu di zaman kapitalis sekarang ini, membuat cinta menjadi tak terarah dan tak bisa berjalan sesuai dengan koridornya.

Bucin. Katanya, tanpa dia ia tak bisa makan, tanpa dia ia tak sanggup tuk berjalan, tanpa dia ia tak bisa berfikir, tanpa dia ia tak bisa hidup. Bahkan sampai ada yang menyerahkan seluruh tubuhnya dan mempertaruhkan hidupnya kepada seseorang yang tak dapat betanggung jawab, kenalpun karena bucin, halalpun tidak. Seolah-olah ia bisa hidup hanya karenanya dan mati ditangannya. Sampai level kesyirikan ada dalam bucin ini. Na’udzubillahimindzalik.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S Al-Israa:32)
Allah SWT sangat melarang keras umatnya tuk mendekat pada zina, mendekat saja tak boleh apalagi jatuh kedalamnya.

Kemudian banyak pembelaan-pembelaan yang muncul dari para netijen, katanya “kita pacaran baik-baik kok, gak neko-neko cuma pegangan tangan aja.”
“Kita LDR-an kok jarang ketemu, malah ingetin sholat dan ikut kajian terus.”
“Kita cuma temen deket kok”
“Kita cuma sebatas kakak-kakak-an dan adek-adek-an doang kok.”
“Kita...kita...kita...” dan banyak cuma-cuma lainnya.

Hey ingat baik-baik para netijen yang budiman, men-dekat-kan nya saja tak boleh! Apakah hal-hal tersebut bukan termaksud dalam mendekatkan? Seolah-olah syetan tak ada dan tak akan mengganggu kalian. Berawal hanya tak sengaja bersentuhan, pegangan, pelukan, ciuman, kemudian apalagi?
Ingat kawan segala sesuatu yang bersifat maksiat atau mendekatkan diri pada kemaksiatan tak akan bisa dibungkus dengan suatu kebaikan, tak akan bisa diselimuti dengan ketakwaan.

“Ditusuknya kepala seseorang dengan besi panas, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. At Thabrani)
“Islam dengan tegas mengharamkan interaksi lelaki dan wanita yang bukan mahram tanpa ikatan pernikahan. Bila cinta, datangi walinya dan menikahlah. Bila belum siap, persiapkan diri dahulu dalam diam.” -Ust. Felix Siauw

Sungguh peraturan yang Allah buat sangat baik sekali para netijen yang budiman, tak akan menyusahkan dan tak akan merugikan kalian. Agama islam ini sangat mulia dan memuliakan manusia, membedakan cara peng-aplikasian antara cintanya manusia dengan cintanya hewan. Mencegah kerusakan-kerusakan yang dapat terjadi pada manusia.

Lalu apakah rasa cinta ini salah?
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Q.S Ar-Rum:21)

Tiada yang salah dari kata cinta, cinta adalah bagian dari fitrah dan naluri manusia. Yang salah ialah menafsirkan cinta dengan melakukan jalan kemaksiatan. Definisi cinta sesungguhnya adalah anugerah yang Allah SWT beri tuk semakin beriman kepada-Nya. Dengan rasa cinta itu membuat diri ini semakin dekat dengan-Nya, semakin rindu pada-Nya, semakin taat pada-Nya, tak ingin jauh dari-Nya, dan tiada henti merasakan syukur karena-Nya. Yuk mari ubah status BUCIN-mu sekarang juga dengan BUCIKA (Budak Cinta Karena-Nya).

Komentar